Minggu, 04 Desember 2011

PERISTIWA PENTING 10 MUHARRAM

20 PERISTIWA PENTING 10 MUHARRAM : 1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah, 2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit. 3.Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama 6 bulan. 4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud. 5.Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa. 6.Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.7. Penglihatan Nabi Yaakub yang kab...ur dipulihkkan Allah. 8.Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritanya. 9. Nabi Yunus selamat dan keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam. 10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Fira'un. 11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah. 12. Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan yang besar. 13. Hari pertama Allah menciptakan alam. 14. Hari Pertama Alllah menurunkan rahmat. 15. Hari pertama Allah menurunkan hujan. 16. Allah menjadikan ‘Arasy. 17. Allah menjadikan Luh Mahfuz. 18. Allah menjadikan alam. 19. Allah menjadikan Malaikat Jibril.20. Nabi Isa diangkat ke langit.

Kamis, 30 Juni 2011

Arti dan Makna TAQWA

Beragam Makna kata TAQWA
oleh : Akh, Muwafik Saleh

Taqwa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya memelihara.
2. Taqwa itu berarti takut, tapi tidak persis seperti takut. Katanya sudah ada kata lain di Al Qur?an untuk kata takut, yaitu ?khasyiya? dan ?khawf?. (Saya sendiri baru tahu hal ini.) Jadi artinya taqwa bukan semata-mata takut.
3. Taqwa itu mengetahui dengan akal, memahami dengan hati dan melakukan dengan perbuatan..
4. Ada yang membagi dalam 2 Definisi Taqwa = 1. Hati-hati 2. Meninggalkan yang tidak berguna
5. Taqwa : merupakan kosekuensi logis dari keimanan yang kokoh yang dipupuk dengan murrukobatullah, merasa takut terhadap murka dan azab-Nya dan selalu berharap atas limpahan karuni dan magfir-Nya.
6. Taqwa : hendaklah Allah tidak melihat kamu berada dalam larangan-larangan-Nya dan tidak kehilangan kamu didalam perintah-perintah-Nya.
7. Ada yang bilang ; Taqwa terambil dari akar kata yang berarti menghindar. Perintah untuk bertaqwa berarti perintah untuk menghindarkan siksa dan ancaman Allah.
8. Taqwa adalah sikap abstrak yang tertanam dalam hati setiap muslim, yang aplikasinya berhubungan dengan syariat agama dan kehidupan sosial. Seorang muslim yang bertaqwa pasti selalu berusaha melaksanakan perintah Tuhannya dan menjauhi segala laranganNya dalam kehidupan ini.
9. menurut kitab Ishlahul Wujuud wan nadhaair fil quraanil kariim karya Husain bin muhammad addamaghaniy, Taqwa memiliki empat makna : 1). alkhasyah : Takut (ittaquu rabbakum,QS Annisa') 2). Al ibaadah : ibadah (afaghairallahi tattaquun, QS An Nahl). 3) Tarkul 'Ishyaan : meninggalkan kemaksiatan ( wa'tul buyuuta min abwaabihaa wattaqullah, QS Al Baqarah). 4) At Tauhiid : mengesakan Allah (ittaqullah, QS An Nisa)
10. menurut toto tasmara : Taqwa = tanggungjawab (responsibility, respon to ability)
dan banyak lagi lainnya.

Sabtu, 05 Februari 2011

SINOPSIS BUKU BELAJAR DENGAN HATI NURANI

SINOPSIS BUKU
100 % LULUS UJIAN, BELAJAR DENGAN HATI NURANI
oleh Akh. Muwafik saleh (penulis buku)
penerbit : Erlangga Jakarta 2011 (slide materi bisa klik disini : http://www.slideshare.net/insandinami/muwafik-belajar-dengan-hati-nurani)

Selama ini kita menganggap bahwa untuk lulus ujian 100% apapun bentuk ujiannya, misal, ujian hidup dengan beragam bentuk masalah kehidupan, ujian sekolah dan sebagainya hanyalah semata pekerjaan rasional, sehingga kita pun menyiapkan diri secara rasional pula. Di banyak sekolah kemudian anak-anak di-pressing untuk mengerjakan latihan tugas-tugas setiap hari, orang tua di rumah mulai membatasi ruang main anak dengan alasan persiapan ujian, diikutikan bimbingan belajar dan try out dan sebagala macam kesibukan rasional lainnya. Semua itu dengan alasan agar

Minggu, 16 Januari 2011

MENJADI BAHLUL


Dalam sebuah kisah tentang Bahlul adalah seorang gila. Begitulah kesan para pedagang di pasar Baghdad dan begitu pula yang hinggap dalam pikiran anak-anak kecil yang berkeliaran di sekitar pasar itu. Betapa tidak, Bahlul memakai pakaian kasar yang sobek disana-sini; kadang tersenyum dan tertawa sendirian, rambut dan janggutnya dibiarkan tumbuh tak teratur. Walhasil, anak-anak sering mempermainkannya dan melemparinya dengan batu. Bahlul, sebagaimana layaknya orang gila, hanya tersenyum dan berkata, “Bagaimana mungkin, seseorang yang rida dan puas dengan Allah mengeluhkan sesuatu?”
Rupanya, akibat ucapannya itu Bahlul kemudian diuji oleh Allah. Sesudah tubuhnya semakin berdarah dan tak karuan akibat lemparan batu anak-anak tersebut, Bahlul menyeret tubuhnya menuju Bashrah, sambil berharap penduduk Bashrah lebih bisa bersikap ramah terhadap dirinya.
Hari sudah tengah malam ketika Bahlul tiba di pintu gerbang kota. Bahlul lapar, haus dan lelah, namun pintu gerbang kota telah ditutup. Dia harus menunggu sampai besok pagi. Udara dingin semakin menusuk tulangnya. Akhirnya Bahlul memutuskan berbaring disamping tubuh yang terbungkus selimut di salah satu pintu kota. “Siapa tahu dengan tidur berdekatan, aku bisa berlindung dari dinginnya malam,” begitu logika Bahlul.
Sayang, keesokan harinya, logika Bahlul malah mencelakakannya. Ternyata tubuh berselimut itu adalah mayat seseorang yang berlumuran darah. Tentu saja, keesokan paginya Bahlul dibawa ke kantor polisi karena dituduh membunuh orang tersebut. Sebagai pendatang baru tentu saja Bahlul tak bisa mencari saksi yang meringankannya. Bahlul segera dikirim ke tiang gantungan.
Esok harinya, di alun-alun kota telah berkumpul rakyat yang hendak menyaksikan eksekusi hukuman mati atas diri Bahlul. Sebelum eksekusi dilakukan, Bahlul dengan ketenangan yang luar biasa meminta ijin untuk berdo'a. Setelah berdo'a, tiba-tiba ada seorang manusia dari kerumunan massa yang berteriak meminta eksekusi dibatalkan. Orang tersebut segera menghadap sipir penjara dan mengaku dialah pembunuh yang sesungguhnya.
Massa terkejut. Segera meluncur pengakuan dari mulut orang itu; tentang siapa dia, siapa korban dan mengapa serta bagaimana dia membunuh korban. Bahlul dan orang tersebut dibawa ke Hakim. Hakim terpesona dengan kejadian ini. Lalu dia bertanya, “Apa yang menyebabkan engkau mengaku?” Si pembunuh ini lalu bercerita, “Tiba-tiba hamba serasa terjatuh kedalam mulut seekor naga, yang mengancam kalau hamba tidak mengaku saat itu juga, maka ia akan menelan hamba.”
Terkejut dengan keanehan cerita si pembunuh, sang Hakim menoleh pada si Bahlul dan berkata, “Algojo bercerita bahwa kau berdo'a sebelum ekesekusi dilakukan dan si pembunuh itu lalu mengaku. Apa yang membuatmu yakin bahwa engkau tak bakal digantung?”
Bahlul, masih dengan sikap seperti orang gila, berkata, “Ketenangan hamba bukanlah karena merasa yakin bahwa hamba tidak akan digantung. Hamba yakin bahwa apa pun yang telah ditetapkan Allah adalah yang terbaik, dan memang demikian seharusnya. Jadi, hamba benar-benar tunduk dan pasrah pada kehendak-Nya. Pada gilirannya, hal ini membuat hamba demikian damai dan tenang.”
Tentang do'a yang dia panjatkan, inilah penuturan si Bahlul, “Wahai Tuhanku, aku tidak bersalah dan hampir saja mati karena kejahatan yang tidak kulakukan. Akan tetapi, aku tidak sedih, marah atau benci kepada-Mu. Engkau mengetahui siapa yang membunuh dan yang terbunuh, Engkau juga mengetahui mengapa segala sesuatu terjadi. Kini, aku sadar bahwa Engkaulah yang menuntunku pergi meninggalkan Baghdad dan datang ke kota ini. Engkaulah juga yang menuntunku tidur disamping mayat itu. Engkaulah yang meninggalkanku di sana dan polisi itu pun kemudian menemukanku. Karena itu lakukanlah apa yang Engkau kehendaki atas diriku, sebab Engkau dan hanya Engkau sajalah di belakang semua ini.”
Itulah Bahlul, si gila akan Allah, yang berkata pada sang Hakim, “Jika Dia memilih memberi hamba racun pahit dan mematikan, maka hamba akan menerimanya sebagai gula yang manis dan anugerah dari-Nya.”
Fariduddin Athtar, yang menuturkan kisah di atas dalam “Mushibatnama”, hendak melukislan kepada kita contoh akan kepasrahan seorang hamba, sebuah kepasrahan yang sering dianggap sebagai kegilaan. Literatur sufi menyebut bahwa si Bahlul ini bernama Abu Wahib ibn Amr dan wafat pada 812 Masehi. Begitu melegendanya kisah Bahlul sehingga sejumlah daerah di Indonesia pun akrab dengan kata Bahlul ini, sebuah kata yang bernada negatif. Sayang, tak banyak yang tahu bahwa dibalik kata Bahlul terdapat contoh kepasrahan total pada Tuhan, terdapat suri tauladan bagaimana kita mengganti ego dan kehendak kita dan berjalan di atas kehendak-Nya, juga mengandung lukisan indah akan keikhlasan menerima segala ketentuan-Nya. SELAMAT MENJADI BAHLUL

Jumat, 31 Desember 2010

KEKUATAN VISUALISASI SUKSES

KEKUATAN VISUALISASI SUKSES
oleh : Akh. Muwafik Saleh


Visualisasi sukses adalah cara yang paling efektif untuk mencapai kenyataan sukses. visualisasi sukses adalah membayangkan dalam benak dan menggambar dalam pikiran tentang apa yang ingin diwujudkannya. Inilah yang nantinya akan mengarahkan segala usaha untuk menjadi sebuah kenyataan yang sesungguhnya. Apa yang kita visualisasikan akan memberikan pengaruh yang luar biasa pada diri kita untuk mewujudkannya. Mungkin kita tidak sadar bahwa pada saat kita sedang menvisualisaikan sesuatu maka sesungguhnya kita sedang membangun sebuah pencitraan tersendiri dalam otak kita.
Dalam sebuah penelitian eksperimental tentang seorang atlet p
elari yang diminta untuk membayangkan sebuah kemenangan atas dirinya. Sang pelari tersebut dipasang alat pendeteksi otot sesaat sebelum berlari. kemudia sang pelari disuruh membayangkan saat dia ada di lintasan, bersiap untuk lari, dan berlari sekuat tenaga untuk menjadi pemenang. Saat sang pelari memvisualisasikan apa yang diperintahkan, alat pendeteksi jaringan otot yang bekerja menunjukkan semua otot menjadi ikut bergerak seolah-olah terjadi kejadian sesungguhnya dari apa yang dibayangkan sang pelari. Semua otot yang berhubungan dengan bagaimana kaki mendapatkan kekuatan menunjukkan respon. Otot punggung sebagai pemberi kekuatan menegang saat sang pelari membayangkan posisi bersiap. Kemudian otot kaki menunjukkan reaksi yang tak kalah hebatnya saat sang pelari membayangkan dia dalam posisi berlari untuk menjadi nomor satu. Visualisasi seakan menjadi sebuah mekanisme yan